/>
loading...

Doa I’tidal Beserta Keistimewaan yang Terkandung di Dalamnya

Shalat terdiri dari beberapa gerakan, terhitung dengan jumlah rukunnya maupun beberapa gerakan atau pekerjaan sunah dalam shalat. Di antara sekian banyak gerakan, masing-masing mengandung bacaan di dalamnya. Dan apakah Anda tahu bahwa terdapat satu gerakan yang memiliki keistimewaan luar biasa? Gerakan apakah itu dan bagaimana bacaan di dalamnya?

Saya tidak mengatakan bahwa gerakan ini yang paling istimewa, karena gerakan shalat lainnya istimewa. Semua gerakan dalam shalat selalu memiliki keistimewaan tersendiri. Akan tetapi, dalam hal ini akan sedikit diulas mengenai doa i’tidal beserta keistimewaan dari gerakan shalat yang satu ini.

Pengertian Gerakan I’tidal

Sebelum membahas lebih jauh tentang ulasan doa serta keistimewaan yang ada pada gerakan i’tidal, kita bahas terlebih dahulu apa itu gerakan i’tidal. Gerakan i’tidal merupakan gerakan dalam shalat yang pengerjaannya dilakukan setelah gerakan rukuk dan sebelum sujud. Ketika melakukan gerakan ini, kita berada pada posisi berdiri tegak.

Gerakan i’tidal ini termasuk kedalam salah satu rukun shalat, yang artinya wajib dilakukan atau tidak boleh ditinggalkan. Dalam pengerjaannya pun kita harus melakukan dengan benar, jika tidak, maka hal tersebut akan mengurangi pahala shalat yang kita kerjakan atau makruh.

Bacaan Doa I’tidal

Terdapat banyak perbedaan pendapat antara para ulama mengenai bacaan doa yang diucapkan ketika melakukan gerakan i’tidal. Kita boleh memilih bacaan manapun, asalkan bacaan tersebut memang termasuk bacaan doa i’tidal yang telah disebutkan oleh para ulama.

Adapun sebelum membaca doa i’tidal, biasanya kita mengucapkan kalimat tasmi’ dan tahmid. Bacaan tasmi’ yang diucapkan ialah “Sami’Allahu liman hamidah” yang memiliki arti “Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya”.

Jika kita melaksanakan shalat berjama’ah, maka seorang imam yang mengucapkan kalimat tersebut, kemudian para makmuk disunahkan menjawab kalimat tersebut dengan bacaan “Rabbana lakalhamd” yang artinya “Tuhanku, bagi-Mu segala puji”.

Kalimat itudiucapkan ketika beranjak dari gerakan rukuk seraya mengangkat kedua tangan. Hal ini merupakan pekerjaan yang disunahkan dalam shalat.Sebenarnya ada beberapa bacaan lain yang lebih panjang dari bacaan ini, namun kebanyakan orang menggunakan bacaan ini karena lebih singkat.

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, lantas membaca doa i’tidal. Berikut ini bacaan doa i’tidal:

 

Artinya: “Ya Allah, ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apapun yang Engkau kehendaki setelah itu”.

Dalam mengucapkan bacaan-bacaan shalat, hendaknya kita memahami makna dari kalimat tersebut. Dengan memahami makna bacaan yang terkandung dalam doa i’tidal ini, setidaknya kita akan berusaha mengahayati dan khusuk ketika mengerjakan shalat.

Keistimewaan Gerakan dan Doa I’tidal

Dari bacaan i’tidal yang disebutkan di atas, kita dapat mengetahui bahwa bacaan i’tidal mengandung kalimat mengagungkan Allah SWT. Keistimewaan itu sendiri terletak pada bacaan yang diucapkan pada gerakan ini, yaitu bacaan tasmi’ dan tahmid.

Ada hadist yang meriwatkan bahwa ketika seorang imam shalat membaca kalimat tasmi’ yang seperti disebutkan di atas, maka para malaikat mengucapkan kalimat tasbih. Dan bagi siapa yang menjawab tasmi’ yang diucapkan imam shalat dengan bacaan tasbih serta ucapannya bersamaan dengan ucapan malaikat, maka akan diampuni dosanya.

Itu sebabnya kita dianjurkan mengucapkan tahmid setelah imam shalat mengucapkan kalimat tasmi’. Mengenai hukum bacaan tasmi’ dan tahmid ini, ulama memiliki pendapat yang berbeda. Perihal memilih hukum yang mana, tergantung apa yang kita yakini, karena setiap orang berhak memilih pendapat yang diyakini. Yang terpenting ialah, kita tidak meninggalkan gerakan dan doa i’tidal yang telah menjadi rukun shalat.

Iklan Atas Artikel

https://mesinmotor12.blogspot.com/

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

postingan klan

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...