/>
loading...

Kumpulan Puisi Tentang Lingkungan Alam Yang Menyentuh Hati

Kumpulan Puisi Tentang Lingkungan Alam Yang Menyentuh Hati
Puisi Tentang Lingkungan Alam

Puisi Lingkungan Alam - Pada kesempatan kali ini saya akan menulis beberapa puisi tentang lingkungan alam di sekitar anda yang cukup menyentuh hati anda sebagai pembaca. puisi terbuat karena sebuah rasa kasih sayang maupun kepedulian terhadap lingkungan dan sebagai nya.

Seperti yang anda tahu indonesia adalah negara yang memilki luas hutan 884.950 km persegi yang di lansir di halaman wikipedia, tetapi banyak nya orang yang menganggap remeh penting nya lingkungan banyak orang yang mencemari sungai dan laut. jika kita ingin mempunyai lingkungan alam yang selalu indah ya kita harus menjaga lingkungan itu. hal inilah yang yang mendasari terbuar nya puisi tentang lingkungan alam.

1. Derita Alam

Perkembangan industri di era modern ini semakin cepat untuk berkembang tetapi karena hal itulah berdampak pada lingkungan alam yang bersih menjadi tercemar karena pabrik-pabrik industri yang sembarangan ketika membuang limbah. seperti yang anda lihat sungai-sungai tercemar. puisi ini terbuat karena melihat derita alam yang tak kunjung berhenti tentu nya di kota saya bekasi.

Peradaban makin tak terkendali
Ledakan populasi telah terjadi
Polusi kian meningkat tanpa henti
Penyakit baru datang tak terobati

Gunung-gunung pulang menjadi tempat sampah
Kemacetan hiasi hidup tanpa sarat berkah
Alam benar-benar menderita
Karena ulah insan tak tau diri

Pabrik-pabrik di bina racuni alam
Kepulan asap membumbung tinggi
Putihnya awan pulang menjadi hitam pekat
Berkah alam mulai sirna, kiamat telah semakin dekat

Alam telah memberikan tidak sedikit keuntungan untuk kita
Polusi yang didapatkan tidak seimbang dengan apa yang didapat

Pelan tapi tentu alam semakin tergerus
Hanya kesadaranlah yang dapat selamatkan alam ini
Jangan biarkan alam murka
Karena melulu akan membawa derita

Tawa dan canda hiasi deviden usaha
Tidak peduli dengan alam, melulu kantong individu semata
Bencana datang melanda, dibuntuti tangis pilu sang anak manusia

Apa yang anda tanam itulah yang akan anda tuai
Jagalah alam supaya hidup aman dan tentram
Mulailah dari diri sendiri untuk evolusi bumi pertiwi

2. Bumi Pertiwi

Bumi ini....
Dialah yang menyerahkan tempat hidup
Dialah yang menyerahkan kenyamanan 
Dialah yang mencukupkan segala kebutuhan

Manusia hidup berbaur didalamnya
Diliputi hati yang saling berselisih
Berjalan dengan sombong diatas tanah pertiwi

Manusia tidak menyukai tanah ini
Tanah dengan air yang murni
Mereka tidak pernah beranggapan dengan hati nurani

Merusak alam atas nama pembangunan 
Menggusur alam atas nama pengembangan 
Padahal manusia melulu menumpang 
Tidak berhak mencemari dan menodai

Dia sudah menyerahkan udara, air, dan angin 
Tapi insan masih saja menjerit
Seakan-akan pemberian tersebut berarti 

Mengambil seluruh dengan serakah
Kilauan tambang butakan mata 
Harapan jahat terus dipahat

Udara kematian berkumpul pekat
Asap hitam pekat bergerak bebas tak terbelenggu 
Sesakkan dada matikan jiwa

Lautan berubah coklat kehitaman 
Tercemar limbah kemanusiaan 
Kematian juga datang dengan tergesa-gesa

Tanah ini murni semenjak jaman dahulu kala
Dipenuhi dengan kehidupan dalam balutan mahkota
Sekarang menjadi gersang dan berkehidupan 

Para merpati lari selamatkan diri 
Tergerus oleh keserakahan 
Terusir oleh keegoisan 
Terbang bebas tak pasti arah 

Bumi pertiwi menyerahkan segalanya
Manusia campakkan tersebut semua
Lingkungan perlahan mulai pudar
Terganti oleh nafsu egois tanpa sadar

3. Lautan Gelap

Seperti yang kalian ketahui pencemaran tidak hanya di udara dan di darat tetapi pencemaran juga bisa terjadi di air karena di sebabkan limbah pabrik atau pun membuang sampah sembarang menjadi faktor yang bisa membuat laut menjadi banyak kerusakan nya hal ini lah yang di faktori terbuat nya puisi lautan gelap.

Burung-burung mengitari hitamnya lautan
Melihat semua pengkhianat luapkan muatan
Penguin tak berdosa berusaha berusaha hidup
Mencari lautan biru tak kunjung ketemu

Para insan asyik nikmati hidup
Sedangkan semua ikan menggali lautan guna dihirup
Teriakan rumput laut tersiar didasar laut
Merintih tak kuasa menyangga rasa kalut 

Sinar mentari mustahil masuk 
Lautan pulang menjadi gelap
Keselamatan tidak terdapat dalam kegiatan 
Hanya deviden yang ditelusuri semata 

Surga bahari perlahan mulai sirna
Tergantikan oleh daratan buatan

Lautan biru tinggal menantikan ajal
Kelak nanti anda akan menyesal
Perubahan tersebut pasti dengan konsekuensi
Alam takkan sudi diperlakukan laksana ini

4. Menari Bersama Dengan Alam

Mungkin sewaktu kecil anda merasakan yang nama nya udara sejuk di ibukota jakarta udara nya masih terasa sejuk dan segar untuk di hirup. tetapi itu hanyalah sebuah masa lalu.

Aku menyaksikan sebuah mimpi
Keadaan tentram menusuk sanubari 
Momen estetis dalam hidupku
Membuatku diam terpaku

Tiba-tiba angin berhembus
Sejuk dengan wewangian alami
Aku terhanyut pejamkan mata
Diiringi nyanyian alam getarkan jiwa

Hewa-hewan estetis penuh rupa tawarkan pesona
Bunga beragam warna dihinggapi serangga
Lebah madu menari-nari mengitari sangkarnya
Berjalan beriringan bersama-sama

Lautan luas terhampar luas
Karpet hijau terhampar lapang
Langit biru membumbung tinggi tanpa batas

Lalu aku membuka mataku dan terbangun
Mimpi estetis yang membuatku tertegun
Secuil momen estetis dalam memoriku
Akan tidak jarang kali kuingat dalam hidupku

5. Renungan Alam

Populasi manusia terus meningkat dan kebutuhan sumber daya alam ( sda ) pun lambat laun terkuras untuk kebutuhan manusia. kita lupa untuk merawat dan menghargai alam yang sudah memberikan kita yang kita butuhkan.

Manusia tidak pun sadar
Bahwa alam telah mulai pudar 
Karena ulah sang makhluk sempurna
Alam juga kena dampaknya

Pabrik mencungkil gas riskan 
Manusia diam diatas kecerobohan
Apa yang terjadi ketika ini 
Hanyalah keserakahan otoritas

Kendaraan terus meningkat
Jumlah ruang semakin tersikat
Jutaan karbon tercium tanpa sekat
Tingkat polusi pun bertambah pesat

Teknologi manjakan manusia
Tetapi turut hancurkan simfoni alam dunia
Semua tercebur dalam polusi ini
Alam bobrok hidup tak nikmat 

Mari sadar bakal pentingnya alam 
Kurangi berkendara supaya selamat dari kemacetan
Konsumsi apa yang didapatkan oleh alam 
Bukan hasil-hasil bahan olahan 

Selamatkan alam dan kurangi kehancuran 
Alan telah menderita sengsara
Para pemuda mengutuk semua orang tua 
Sampai kapan ini terus berlanjut

Mari anda berjanji guna tidak merusak alam 
Tanamlah pohon, supaya harmonisasi terjaga
kurangi polusi supaya alam berubah menjadi murni
Mulailah hari ini, guna esok yang lebih baik lagi

6. Apa Salah Lingkungn ?

Setiap perubahan pada alam kita pun tidak sadar bahwa alam sudah mulai berubah setiap tahun nya. kita sering melihat siaran di televisi banyak hutan yang terbakar karena ulah manusia ketika ingin membuat lahan dengan cara membakar nya.

Apakah kalian tau?
Bahwa lingkungan telah berubah

Apakah kalian sadar?
Bahwa lingkungan tak lagi nyaman

Apakah kalian mengerti?
Bahwa lingkungan tak lagi sama

Alam juga tau dan memahami 
Bahwa ini semua tentu akan terjadi
Jutaan fauna pergi sepanjang hari 
Mencari air minum susah didapat

Alam sudah menyerahkan yang terbaik
Semua diserahkan secara cuma-cuma 
Ekosistem muncul untuk memudahkan

Manusia sudah merampok alam dengan paksa
Mencabut semuanya dengan sarat rekayasa 
Menggusur hutan dan mengubah dengan tembok beton
Menyulap lautan menjadi karpet daratan

Semakin tidak sedikit yang dipungut 
Semakin tidak sedikit kerusakan dirasakan
Kesabaran alam terdapat batasnya 
Jangan sampai seluruh binasa tak bersisa


Cukup sampai sini saja itulah beberapa puisi tentang lingkungan alam semoga puisi tentang lingkungan alam ini dapat menyadarkan anda bahwa betapa penting nya juga untuk menjaga lingkungan alam di sekitar anda

Iklan Atas Artikel

https://mesinmotor12.blogspot.com/

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

postingan klan

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...